Jangan Cuma Sebar, Tabayyun Dulu Yaw!
Hai, guys! Pernah nggak sih, kalian lagi asyik scroll timeline TikTok atau Instagram, terus nemu postingan yang bikin mata beloak? Misalnya, info tentang gempa super besar, berita artis yang bikin syok, atau ajakan donasi yang menyentuh hati. Apa yang kalian lakukan? "Share dulu, biar viral!" atau "IH BANGET SI INI, HARUS DISEBAR!"?
Eits, tahan dulu jempolmu! Di era di mana informasi datang secepat kilat, jadi generasi yang cuma cepat share itu biasa, tapi jadi generasi yang cerdas ngecek fakta itu yang luar biasa.
Dan ternyata, Rasulullah ﷺ udah ngasih "manual book" yang sangat jelas tentang cara menyikapi informasi, lho. Bukan cuma sekadar nasihat, tapi ini adalah tuntunan yang wajib kita ikuti.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
"Cukuplah seseorang dikatakan pendusta jika ia menceritakan segala sesuatu yang ia dengar."
(HR. Muslim, Shahih)
Nah, lho! "Menceritakan segala yang didengar" itu analogi zaman now-nya ya "menyebarkan segala yang dibaca atau dilihat di media sosial" tanpa filter. Kita bisa jatuh ke dalam kategori pendusta, lho, meski nggak berniat bohong, karena turut andil menyebarkan kebohongan. Serem, kan?
Intinya gimana? TABAYYUN! Atau dalam bahasa kita yang kekinian: "Cek dan ricek dulu, bro!"
Bayangin, karena kita gagal tabayyun, kita bisa nyebarin info yang salah, ngerusak nama baik orang, bahkan bikin orang lain panik dan rugi. Duh, jangan sampe kita jadi sumber fitnah dan penyesalan, deh.
Gimana Sih Cara "Tabayyun" Ala Gen Z di Dunia Digital?
Nah, teori agama udah jelas. Sekarang, prakteknya gimana? Ini dia 4 langkah tabayyun kekinian biar kamu nggak gampang kejedot hoax:
1. Pause, Jangan Panik!
Pas nemu info yang bikin emosi(sedih, marah, atau senang banget), jangan langsung share! Tarik napas dulu. Hoax sering banget mainin emosi biar kita ceroboh. Ingat, "Sabtu adalah hari untuk bersantai, bukan untuk menyebar kebencian." (eh?).
2. Cek Sumbernya: OOT atau Credible?
Lihat dulu,siapa yang upload? Akun media mainstream yang jelas redaksinya, atau cuma akun anonim yang isinya cuma bikin gossip? Cek juga website-nya. Sumbernya kredibel atau cuma akun abal-abal? Kalo sumbernya nggak jelas, ya udah, skip!
3. Cari "Teman" Si Berita
Jangan percaya sama satu sumber doang.Gunakan mesin pencari seperti Google untuk mencari berita serupa dari outlet yang berbeda. Jika hanya satu atau dua situs yang melaporkannya, dan situs lainnya tidak, itu adalah red flag 🚩. Fitur Google Lens juga bisa dipakai buat ngecek asal gambar, biar nggak dikibulin foto yang udah editan.
4. Gunakan "Mata Ketiga": Situs Cek Fakta
Kita beruntung banget punya"senjata" buat ngecek hoax. Manfaatin situs-situs cek fakta seperti:
· Turnbackhoax.id
· Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia)
· Liputan6 Cek Fakta
· Tirto Fakta Check
Coba cek info yang kamu dapet di sana. Kalo nggak ketemu atau ternyata hoax, ya udah, beresin aja di kamu, jangan disebar!
oh yaw ini tugas guweh dari bapak Ubaidillah selaku dosen mata kuliah literasi digital!
#Tabayyun #CekFakta #LiterasiDigital #GenZIslam #JanganAsalSebar #BijakBermedsos #StopFakeNews #ThinkBeforeYouShare
IG: @99mdjs
Komentar
Posting Komentar