Hati-Hati di Medsos, Guys! Radikalisme Online Itu Nggak Islami Nabi Muhammad SAW Udah Ngasih Peringatan!

 Hai, Gen Z muslim! Pernah ngerasa heran kenapa bikin banyak konten medsos yang seolah-olah “ngajak ke jalan agama” tapi malah nyebar kebencian, nyerang beda pendapat, atau bahkan ngajak kekerasan? Itu namanya radikalisme digital dan ternyata, Rasulullah SAW sudah mengingatkan kita tentang bahaya ekstremisme sejak 14 abad yang lalu! Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda: “Hati-alih kalian terhadap ghuluw (berlebihan) dalam agama, karena sesungguhnya yang membinasakan orang sebelum kalian adalah ghuluw dalam agama.” Nah, “ghuluw” inilah akar dari ekstremisme online yang lagi marak sekarang.

Kenapa anak muda mudah kena? Salah satunya karena literasi agama dan digital yang masih rendah. Kita sering membagikan ayat atau hadis tanpa ngerti konteksnya, atau malah terjebak dalam echo chamber medsos yang cuma kasih lihat satu sisi berpikir aja. Padahal, Nabi SAW mengajarkan sikap pertengahan (wasathiyah). Dalam hadis lain, beliau menekankan pentingnya berpikir kritis dan ngobrol baik-baik. Misalnya, sabda beliau: “Sampaikanlah kebenaran meskipun pahit,” tapi dengan cara yang hikmah, bukan dengan ujaran kebencian atau hasutan.

Nah, radikalisme online sering banget nyebar lewat propaganda digital, kebencianan kebencian, dan manipulasi dalil agama yang jelas-jelas melenceng dari ajaran Rasulullah SAW. Beliau sendiri melarang kita memaksakan pendapat, apalagi sampe nyakitin orang lain. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” Artinya, postingan kita di medsos harusnya bermanfaat, bukan bikin gaduh atau pecah belah.

Lalu, bagaimana cara kita sebagai Muslim Gen Z mencegahnya? Pertama, jangan cuma jadi konsumen pasif teliti dulu konten agama yang lo scroll, cross-check ke sumber yang valid, dan hindari mentang-mentang ada label “Islami” langsung di-share. Kedua, ikuti sunnah Nabi yang selalu mengedepankan dialog dan kasih sayang, bukan penghakiman digital. Ketiga, gunakan medsos untuk dakwah yang santun, bukan untuk nyebar polarisasi.

Intinya, sebagai muslim yang hidup di era digital, kita punya tanggung jawab untuk menjaga agama dan bangsa dari ancaman radikalisme online. Nabi SAW aja ngingetin biar nggak ghuluw, masa kita malah ikut-ikutan ekstrem di medsos? Yuk, jadi generasi yang pinter filter info, kritis, dan tetap santun kayak yang diajarkan Rasulullah SAW. Tetap moderat, tetap bijak dalam dunia digital!

Komentar

Postingan Populer